Artikel 28 Agu 2026, 02.17
OEM, Retail, dan Volume License: Apa Bedanya dan Mana yang Harus Dipilih?
OEM, Retail, dan Volume License sama-sama bisa memberikan hak penggunaan software, tetapi aturan penggunaannya berbeda. OEM umumnya terkait dengan perangkat tertentu, Retail menawarkan skema pembelian individual dengan ketentuan penggunaan produknya, sedangkan Volume Licensing dirancang untuk kebutuhan organisasi dalam skala lebih besar. Salah memilih bisa membuat lisensi kurang fleksibel atau tidak sesuai kebutuhan perusahaan. Jadi sebelum cari lisensi software, pahami dulu dari mana lisensi berasal dan bagaimana hak penggunaannya.
Bedanya Bukan Cuma Harga
Secara praktis, perbedaan utamanya dapat dilihat seperti ini:
OEM: biasanya diperoleh bersama perangkat dan terkait dengan perangkat tersebut.
Retail: dibeli sebagai produk individual melalui channel resmi dengan hak penggunaan sesuai ketentuan produk.
Volume License: ditujukan untuk organisasi yang perlu mengelola banyak lisensi secara terpusat.
Lisensi murah belum tentu paling efisien jika sulit dipindahkan, dikelola, atau tidak sesuai skenario penggunaan.
Sebelum cari lisensi software, cek jumlah user, device, kebutuhan deployment, dan rencana penggantian hardware.
Apa Itu OEM License dan Kapan Cocok Digunakan?
OEM atau Original Equipment Manufacturer paling mudah ditemukan pada software yang sudah disertakan bersama perangkat baru.
Contoh yang umum adalah laptop bisnis yang sudah memiliki Windows bawaan.
Keuntungan OEM adalah praktis. Perusahaan membeli perangkat yang sudah memiliki sistem operasi sesuai konfigurasi dari manufacturer sehingga tidak perlu melakukan pembelian lisensi terpisah untuk kebutuhan tersebut.
Namun OEM biasanya memiliki keterkaitan dengan perangkat tempat lisensi tersebut diberikan. Hak pemindahan dan penggunaan kembali mengikuti ketentuan lisensi produk serta manufacturer.
Karena itu, sebelum cari lisensi software, cek apakah perangkat perusahaan sebenarnya sudah memiliki lisensi OEM.
Membeli lisensi tambahan tanpa mengecek inventory bisa menyebabkan perusahaan membayar sesuatu yang sebenarnya sudah tersedia.
Apa Itu Retail License?
Retail adalah lisensi yang dibeli secara terpisah melalui channel penjualan resmi dan ditujukan untuk pembelian individual.
Model ini cocok ketika perusahaan hanya membutuhkan beberapa lisensi atau memiliki kebutuhan yang tidak memerlukan skema licensing organisasi dalam jumlah besar.
Misalnya perusahaan memiliki satu PC rakitan yang membutuhkan sistem operasi original. Lisensi Retail dapat menjadi salah satu opsi yang dievaluasi sesuai ketersediaan produk dan terms yang berlaku.
Retail juga sering dianggap lebih fleksibel dibanding OEM dalam skenario tertentu. Namun bukan berarti satu lisensi Retail bebas digunakan pada banyak perangkat sekaligus.
Ketika cari lisensi software, selalu cek Product Terms karena hak instalasi, aktivasi, dan transfer dapat berbeda antarproduk.
Apa Itu Volume License?
Volume Licensing ditujukan untuk organisasi yang membutuhkan pengadaan dan pengelolaan software dalam skala lebih besar.
Bayangkan perusahaan memiliki 200 endpoint.
Mengelola pembelian software satu per satu dapat membuat proses procurement, deployment, dokumentasi, dan renewal menjadi lebih kompleks.
Pada kondisi seperti ini, skema licensing untuk organisasi dapat memberikan pendekatan yang lebih terstruktur.
Namun Volume License bukan berarti perusahaan bisa menggunakan satu product key untuk perangkat sebanyak mungkin.
Perusahaan tetap memiliki entitlement sesuai jumlah dan jenis lisensi yang dibeli.
Jadi saat cari lisensi software, jangan hanya meminta “Volume License”. Informasikan jumlah user, device, produk, dan kebutuhan deployment agar skema yang ditawarkan tepat.
Mana yang Lebih Cocok untuk Perusahaan?
Tidak ada satu model yang selalu paling baik.
Jika perusahaan membeli laptop baru yang sudah memiliki sistem operasi, OEM bisa menjadi pilihan praktis.
Jika hanya membutuhkan sedikit lisensi secara terpisah, Retail dapat dipertimbangkan.
Sedangkan untuk organisasi dengan banyak user atau device, licensing program yang ditujukan untuk bisnis biasanya lebih mudah dikelola.
Artinya, ketika cari lisensi software, keputusan sebaiknya dibuat berdasarkan lifecycle perangkat dan skala organisasi, bukan hanya selisih harga awal.
Sebelum Membeli, Cek 7 Hal Ini
Periksa apakah perangkat sudah memiliki lisensi OEM.
Hitung jumlah user dan device yang membutuhkan software.
Tentukan apakah software perlu dipindahkan ketika hardware diganti.
Cek hak instalasi dan aktivasi produk.
Evaluasi kebutuhan deployment dalam jumlah besar.
Pastikan channel pembelian dapat memberikan bukti transaksi dan entitlement yang jelas.
Dokumentasikan invoice, license key, subscription, dan perangkat yang menggunakan lisensi.
Lakukan pengecekan ini sebelum cari lisensi software, terutama jika perusahaan memiliki puluhan hingga ratusan perangkat.
FAQ
1. Apa perbedaan paling sederhana antara OEM dan Retail?
OEM umumnya terkait dengan perangkat tempat software diberikan, sedangkan Retail merupakan lisensi yang dibeli secara terpisah dan memiliki ketentuan penggunaan sesuai produk.
2. Apakah OEM bisa dipindahkan ke komputer baru?
Pada banyak skenario OEM, lisensi terkait dengan perangkat asal. Detail hak transfer tetap perlu mengacu pada terms produk dan manufacturer.
3. Apakah Retail bisa digunakan di dua komputer sekaligus?
Tidak otomatis. Hak penggunaan mengikuti ketentuan lisensi produk. Satu pembelian Retail tidak berarti bebas digunakan pada banyak perangkat.
4. Apakah Volume License hanya untuk perusahaan besar?
Tidak selalu. Kelayakannya bergantung pada program vendor, jumlah lisensi, dan kebutuhan organisasi. Sebelum cari lisensi software, cek program licensing yang tersedia untuk ukuran perusahaan Anda.
5. Apakah Volume License selalu lebih murah?
Belum tentu. Nilainya juga berasal dari kemudahan procurement, deployment, administrasi, dan pengelolaan lisensi. Harga tetap bergantung pada produk dan program yang digunakan.
6. Bagaimana mengetahui Windows di laptop menggunakan OEM?
Tim IT dapat memeriksa informasi aktivasi dan dokumentasi pembelian perangkat. Untuk inventory perusahaan, cocokkan juga dengan invoice serta spesifikasi laptop saat dibeli.
7. Mana yang paling aman untuk perusahaan?
Yang paling aman adalah lisensi yang original, berasal dari channel terpercaya, dan sesuai dengan skenario penggunaannya. Karena itu, ketika cari lisensi software, jangan hanya membandingkan product key dan harga.
Pada akhirnya, tujuan cari lisensi software, adalah mendapatkan model lisensi yang sesuai dengan cara perusahaan menggunakan software.
Dengan memahami perbedaan OEM, Retail, dan Volume License sebelum cari lisensi software, perusahaan dapat menghindari salah beli, menjaga compliance, dan membuat pengelolaan aset IT jauh lebih terstruktur.
Artikel Terkait
Baca Juga Informasi Menarik Lainnya dari Kami
Umum
Smartsheet: Kombinasi Spreadsheet dan Manajemen Proyek yang Efisien
Banyak tim kerja merasa nyaman menggunakan spreadsheet seperti Excel atau Google Sheets. Tapi ketika tugas makin komplek...
Umum
5 Tools Kolaborasi Favorit Web Developer untuk Pembuatan Website Murah
Dalam proyek Pembuatan Website Murah, efisiensi dan kolaborasi adalah dua elemen yang sangat penting. Tim developer...
Umum
Kenapa Autentikasi Ganda Penting untuk Melindungi Akun
Di era digital saat ini, keamanan akun online menjadi hal yang sangat krusial. Salah satu metode paling efektif untuk me...
Dapatkan Konsultasi Gratis
Diskusikan sekarang juga kebutuhan IT perusahaan Anda dengan customer support kami di
+62 822 9998 8870
