VPN (Virtual Private Network) telah menjadi salah satu solusi populer bagi perusahaan untuk menjaga koneksi yang aman di lingkungan digital. Namun, meskipun VPN menawarkan privasi yang lebih baik, menggunakannya tanpa keamanan tambahan dapat menimbulkan risiko yang mengancam data perusahaan. Penggunaan VPN yang tidak dilengkapi dengan proteksi tambahan dapat menyebabkan kelemahan yang rentan dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
1. Kerentanan terhadap Serangan Siber
VPN memberikan jalur koneksi aman antara perangkat pengguna dan jaringan perusahaan, namun tanpa perlindungan tambahan seperti firewall atau enkripsi berlapis, perusahaan tetap rentan terhadap serangan siber seperti man-in-the-middle (MITM). Serangan ini memungkinkan peretas mengintersep komunikasi antara pengguna dan server VPN, yang berpotensi mencuri data sensitif seperti informasi keuangan dan detail klien.
2. Kurangnya Kendali dan Monitoring Aktivitas
VPN tanpa proteksi tambahan juga seringkali tidak memiliki sistem monitoring yang memadai. Hal ini membuat perusahaan sulit mendeteksi aktivitas mencurigakan yang mungkin terjadi di jaringan. Akibatnya, perusahaan hanya menyadari adanya ancaman setelah serangan berhasil dilancarkan, yang tentu berisiko merusak reputasi dan keamanan perusahaan.
3. Risiko Data Breach dan Pelanggaran Privasi
VPN tanpa dukungan teknologi keamanan tambahan mungkin tidak cukup untuk mencegah data breach, terutama bagi perusahaan yang menangani data sensitif. Data breach dapat menyebabkan kebocoran informasi penting, yang pada gilirannya merugikan perusahaan baik secara finansial maupun reputasi. Ancaman ini semakin serius jika data yang dikelola mencakup informasi pribadi klien, karena hal ini juga dapat mengakibatkan pelanggaran hukum dan regulasi privasi data.
4. Kesalahan Konfigurasi dan Pemilihan VPN yang Tidak Aman
Banyak perusahaan menggunakan VPN gratis atau yang tidak memiliki reputasi terpercaya, yang justru menimbulkan risiko lebih besar. VPN jenis ini sering kali kurang memiliki protokol keamanan yang ketat, dan rentan terhadap kesalahan konfigurasi. Ketika perusahaan menggunakan VPN tanpa memeriksa keandalannya, risiko kebocoran data akan semakin besar.
5. Minimnya Proteksi terhadap Malware
VPN standar tidak dirancang untuk melindungi jaringan dari ancaman malware. Tanpa proteksi tambahan, perusahaan rentan terhadap infeksi malware yang masuk melalui perangkat pengguna yang terhubung ke VPN. Ketika malware berhasil masuk, ia dapat menyebar ke seluruh jaringan, mengakibatkan potensi kerugian besar.
Menggunakan VPN memang penting untuk mengamankan jaringan, namun untuk memastikan perlindungan yang optimal, perusahaan sebaiknya menambahkan lapisan keamanan lainnya seperti ET Firewall, antivirus, dan solusi enkripsi tambahan. Menggunakan pendekatan multi-layered security akan memberikan perlindungan lebih baik bagi data dan jaringan perusahaan.
Sebagai penyedia solusi keamanan terpercaya, Thrive hadir untuk memberikan proteksi maksimal bagi perusahaan Anda. Dapatkan keamanan yang lebih komprehensif dengan solusi VPN yang dilengkapi proteksi tambahan dari Thrive, termasuk ET Firewall, solusi terbaik untuk menjaga jaringan Anda dari berbagai ancaman siber. Hubungi kami sekarang untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana kami dapat membantu meningkatkan keamanan perusahaan Anda.